
Sory. Aku tak bisa berjanji.
Mulutku rapat terkunci. Aku hanya ingin menikmati. Cuma ingin disayangi.
Ketakutan terbesarku adalah berhenti dicintai.
Itu jalan pintas untukku mati.
Aku gak mau mati. Tidak 2 kali. Jangan! Kenapa aku lagi?
Apa kamu tidak bisa mencinta tanpa syarat seperti harapku? Aku berusaha adil.
Inginku tumbuhkan rasa yang sama besar dengan yang kamu rasa.
Tapi jangan paksa aku untuk jelaskan semua. Jangan tanya semua itu padaku.
Jangan! Tidak sekarang.
Saat ini ku bimbang, hanya logika lah Tuhanku tanpa rasa.
Ingin rasanya membalas genggam tanganmu dengan erat.
Tapi aku (lagi-lagi) tidak bisa mencinta seperti kamu mencinta. Tidak dengan caramu.
Aku mencinta dengan caraku sendiri. Cara yang aku tahu bagaimana memulai dan mengakhirinya.
Cara ku selama ini.
Kamu bisa terima atau tidak. Kamu suka atau tidak.
Ya hanya dengan caraku sendiri.
Pergilah.
Tinggalkan aku.
Kembali padanya.
Dia punya cinta yang lebih menyenangkan dan cinta yang jauh lebih besar untuk dirimu, cinta.
Maafkan aku..sorry ya.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Is it too late to say apologize?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar